Isunomic-Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) menanggapi pernyataan Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko, soal masih adanya operator kapal yang belum bersedia mengangkut kendaraan listrik. Gapasdap  menegaskan, operator angkutan penyeberangan pada prinsipnya tidak menolak pengangkutan kendaraan listrik (EV), namun keselamatan harus dipastikan sebelum kendaraan diangkut.

Ketua Umum DPP Gapasdap, Khoiri Soetomo, mengatakan kendaraan listrik merupakan potensi pasar bagi angkutan penyeberangan nasional. Namun, baterai lithium-ion memiliki profil risiko berbeda dari kendaraan konvensional, terutama terkait potensi thermal runaway.

“Mengangkut dan menyeberangkan kendaraan listrik merupakan potensi pendapatan atau rezeki bagi operator, tapi ada satu syarat yang tidak dapat ditawar, yaitu keselamatan harus dapat dijamin,” kata Khoiri dalam keterangannya dikutip Sabtu (26/9/2026).

Gapasdap mengakui belum seluruh operator memiliki kesiapan teknis, peralatan, dan sumber daya manusia untuk memenuhi persyaratan pengangkutan EV. Risiko kebakaran baterai perlu mendapat perhatian khusus karena thermal runaway dapat menghasilkan panas dan api intensif.

Di ruang kendaraan kapal yang dipenuhi kendaraan dan muatan, kondisi tersebut dapat menimbulkan konsekuensi serius apabila tidak terdeteksi dan diisolasi sejak awal. Kehati-hatian sejumlah operator jangan dimaknai sebagai penolakan terhadap kendaraan listrik.