Isunomic-Di tengah dinamika dan tantangan geoekonomi global, sektor industri pengolahan non-migas (IPNM) tetap mencatatkan kinerja positif dan berada pada zona ekspansi. Pertumbuhan IPNM pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 5,32% (YoY), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,29%. 

Sektor INPM juga memberikan kontribusi sebesar 16,83% terhadap PDB nasional atau setara Rp1.102,88 triliun pada triwulan – II 2026. Angka itu menyumbang 82,40% dari total nilai ekspor nasional pada periode Januari-Agustus 2026 dengan nilai USD159,55 miliar.

“Capaian tersebut menunjukkan ketahanan dan daya saing sektor industri pengolahan yang terus terjaga di tengah dinamika ekonomi global,” ujar Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Minggu (18/10/2026).

Saat melakukan kunjungan kerja ke PT Xinyi Glass Indonesia di Kawasan Industri JIIPE KEK Gresik, Jawa Timur, pada Jumat lalu (16/10), Menperin mengatakan, industri kaca lembaran nasional memiliki potensi pengembangan yang sangat besar, terutama karena ketersediaan pasokan bahan baku mineral lokal seperti pasir silika, limestone, dan dolomit.