Isunomic-Indonesia dan Vanuatu menjajaki peningkatan berbagai peluang kerja sama perdagangan dan pengembangan bisnis yang saling menguntungkan. Kolaborasi ekonomi kedua negara di Kawasan Pasifik ini punya arti penting.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi menyatakan Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam memenuhi kebutuhan pasar Vanuatu melalui produk-produk manufaktur unggulan. Sekaligus juga membuka ruang kolaborasi untuk pengembangan usaha berkelanjutan di kedua negara

Puntodewi mengungkap, sejumlah peluang baru perdagangan yang dijajaki meliputi produk material bangunan, furnitur, serta produk makanan dan minuman. Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi produk Indonesia, sekaligus memberikan pilihan produk yang berkualitas tinggi dan kompetitif bagi pelaku usaha Vanuatu untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan pengembangan ekonomi setempat. 

“Peluang kerja sama juga berkembang ke sektor ritel, restoran, dan property,” kata Puntodewi, dikutip Kamis (22/10/2026).

Kerja sama Indonesia dan Vanuatu akan membuka kesempatan bagi pelaku usaha kedua negara untuk membangun kemitraan yang lebih luas, baik melalui perdagangan barang, pengembangan jaringan distribusi, maupun pengembangan usaha bersama. Selain itu, penjajakan turut mencakup peluang pemenuhan kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang konstruksi dan kuliner. 

“Peluang tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan kerja sama ekonomi kedua negara, dengan tetap memperhatikan kompetensi tenaga kerja serta ketentuan dan peraturan yang berlaku,” tandas Puntodewi. 

Sementara itu, Perwakilan Delegasi Bisnis Vanuatu, Rodolphe de Montesquieu, menyambut positif fasilitasi dan potensi industri yang ditawarkan Indonesia. Mereka sangat terkesan dengan keragaman dan kualitas produk serta kesiapan industri Indonesia. 

“Kami optimistis penjajakan di sektor material bangunan, kuliner, dan ritel ini memiliki prospek baik untuk direalisasikan menjadi kerja sama jangka panjang," ungkapnya. 

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia dan Vanuatu pada 2025 tercatat sebesar USD10,5 juta dengan ekspor Indonesia sebesar USD10,1 juta dan impor dari Vanuatu sebesar USD0,4 juta. 

Ekspor utama Indonesia ke Vanuatu, yaitu lemak dan minyak hewan/nabati, besi dan baja, benda-benda dari besi dan baja, olahan dari tepung, serta tembakau. Sementara itu, impor Indonesia dari Vanuatu, yaitu kakao, mesin/peralatan listrik, barang-barang rajutan, olahan dari tepung, serta perhiasan/permata.

Vanuatu merupakan negara berbentuk katapel yang terdiri lebih dari 80 pulau dan terletak sekitar 2.000 km timur dari Australia. Vanuatu juga kerap dijuluki Negeri Api karena berada tepat di atas jalur sabuk vulkanik aktif dunia. Kondisi itu membuat negara kepulauan tersebut memiliki aktivitas seismik yang sangat tinggi, sehingga sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Secara fisik, negara yang terdiri dari sekitar 83 pulau ini terbentuk dari aktivitas vulkanik dan batuan karang. Banyak di antara pulau-pulau tersebut yang menjadi rumah bagi gunung berapi yang masih aktif.