Isunomic-Penguatan peran UMKM menjadi agenda strategis pemerintah di tengah kinerja perdagangan nasional yang tetap positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada Januari–Agustus 2026 mencapai USD193,64 miliar, tumbuh 4,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode tersebut, neraca perdagangan Indonesia juga mencatat surplus USD7,25 miliar.
Kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional saat ini masih berada pada kisaran 15–16%. Karena itu, peningkatan partisipasi UMKM menjadi salah satu pilar untuk memperluas basis ekspor dan meningkatkan nilai tambah produk nasional.
“Dalam jangka menengah, kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional diharapkan mencapai 30% dan meningkat menjadi 40% dalam jangka
panjang,” ujar Isy Karim, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, dikutip Sabtu (17/10/2026).