Isy menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, diperlukan pengembangan sedikitnya empat juta
UMKM dalam lima tahun ke depan agar mampu menjadi eksportir aktif atau pemasok bagi industri berorientasi ekspor. Target ini setara dengan pengembangan sekitar 800 ribu UMKM setiap tahun dan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dalam mencetak wirausaha muda yang inovatif, kompetitif, dan berorientasi ekspor.
“Perguruan tinggi memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan wirausaha muda. Melalui pengembangan kewirausahaan di lingkungan kampus, lahir generasi muda yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memiliki kesiapan untuk menjadi eksportir,” kata Isy.
Isy mengatakan, salah satu upaya untuk mendorong pencapaian target tersebut yaitu Program Campuspreneur untuk mengoptimalkan potensi kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi. Program ini mengintegrasikan penguatan kapasitas kewirausahaan mahasiswa, pendampingan produk agar memenuhi standar pasar ekspor.
Hingga saat ini, sebanyak 27 perguruan tinggi telah bergabung dalam Program Campuspreneur.