Isunomic-Tenaga kerja profesional Indonesia diminta untuk memanfaatkan perjanjian perdagangan internasional untuk memperluas akses pasar dan daya saing jasa ke Australia, Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan Swiss. Sejumlah bidang profesi yang potensial meliputi teknologi informasi, keinsinyuran, arsitektur, konsultasi, kesehatan, dan keperawatan. 

Penempatan tenaga kerja Indonesia di lima negara di atas, peluangnya akan berbeda-beda tergantung pada kebutuhan tenaga kerja dan mekanisme penempatan di negara tujuan. Contohnya, skema kerja sama antarpemerintah (government to government/G-to-G) dengan Jepang memberi peluang lebih besar bagi penempatan tenaga perawat dan perawat untuk lanjut usia. 

Ditambah lagi, skema ini mencakup dukungan pelatihan dan sertifikasi bagi calon pekerja migran Indonesia. Pemerintah mencoba memetakan negara mitra, sektor utama pekerja migran Indonesia (PMI), kebutuhan negara mitra, serta mekanisme pelindungannya. 

“Kami melihat bahwa setiap kerja sama ekonomi memiliki mekanisme perlindungan masing-masing. Misalnya, Australia melalui Program Katalis, sedangkan Kanada memiliki kebijakan imigrasi yang ramah dan menjadi salah satu negara pelopor dalam menerima imigran,” ujar Sri Mulyani, Direktur Promosi dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Perlindungan Pekerja Indonesia dalam seminar “Peluang Akses Pasar Tenaga Kerja Profesional Indonesia melalui Perjanjian Dagang: Australia, Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan Swiss, yang digelar Kementerian Perdagangan, Sabtu kemarin (17/10/2026).

Ketua Tim Pembinaan Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Gilang Amaldi, mengungkapkan, kementeriannya berfokus pada penyediaan informasi pasar kerja melalui Karir Hub serta pelatihan vokasi untuk menjembatani kesenjangan keterampilan antara pencari kerja dan kebutuhan industri baik di dalam maupun luar negeri. Saat ini Kemnaker memiliki sekitar 5.000 program pelatihan vokasi gratis. 

“Lembaga pelatihan kerja (LPK) swasta juga dapat memanfaatkan kurikulum dan materi pelatihan yang telah kami sediakan,” ujar Gilang.