Permian Basin merupakan wilayah cekungan yang membentang di wilayah Texas Barat dan New Mexico Tenggara. Luasnya lebih dari 190.000 km2 atau 19 juta hektare (ha).
Permian Basin merupakan salah satu wilayah dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Diperkirakan cadangan minyak di sana hingga mencapai 70 miliar barrel.
Di wilayah yang didominasi oleh gurun itu bercokol raksasa-raksasa minyak dunia. Ada Exxon Mobile yang menguasai lahan lebih dari 556 ribu ha. Lalu ada Chevron yang menguasai lahan 890.340 ha. Masih ada Occidental Petroleum yang mengelola lahan sekitar 1,13 juta ha. Lalu ConocoPhillips yang menguasai lahan lebih dari 404 ribu ha.
Lalu di mana posisi HighPeak? Perusahaan itu terjepit di antara para raksasa tadi lantaran hanya memiliki penguasaan lahan sekitar 57 ribu ha. Dengan penguasaan lahan “sesempit” itu atau tak sampai 2% dari total penguasa para gergasi tadi, minyak yang dipompa perusahaan pun sedikit.
Mengutip Investing, rata-rata produksi minyak HighPeak hanya 45.500 barel setara minyak (BOE) per hari. Jumlah itu hanya sekitar 0,6% dari total minyak yang disedot dari Permian Basin yang mencapai 6,6 juta barel.
Kondisi keuangan HighPeak bisa dipantau di Seekingalpha. Total cash perusahaan sebesar USD146,3 juta, masih lebih kecil dari investasi Danantara. Total aset perusahaan pada kuartal III tahun ini sebesar USD3,17 miliar atau setara Rp55,3 triliun. Sedangkan kewajiban (utang) yang ditanggung perusahaan mencapai USD1,62 miliar atau Rp28,3 triliun.