Pasokan kembali dilayani dari Terminal BBM Surabaya setelah sebelumnya menggunakan jalur alternatif dari Boyolali yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar sembilan jam. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat memperoleh layanan BBM secara berkelanjutan.

Pengamanan kebutuhan harian berjalan bersama penambahan produksi dalam negeri. Salah satu langkahnya adalah pengoperasian Kilang LPG Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, yang diresmikan Bahlil pada 15 Oktober 2026.

Fasilitas milik PT Energi Nusantara Perkasa itu menghasilkan sekitar 160 ton LPG per hari. Berdasarkan keterangan ESDM, kapasitas pengolahan terpasangnya mencapai 40 juta standar kaki kubik gas per hari dan menyerap 82 tenaga kerja.

Tambahan produksi tersebut memperbesar kontribusi pasokan domestik. Dalam pembaruan ESDM pada 15 Oktober, kebutuhan LPG nasional disebut sekitar 9 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri sekitar 1,9 juta ton atau 21%.

Data itu menjadi dasar penting untuk terus meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik. Pemerintah juga menyiapkan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif LPG dan bagian dari diversifikasi energi.

Di sektor hulu, pemerintah membuka ruang penambahan lifting melalui pengelolaan sumur rakyat. ESDM pada 12 Oktober 2026 menyebut sebagian sumur berizin di Sumatra dan Jawa telah berproduksi, sementara izin pengelolaan di Aceh juga telah ditandatangani Bahlil.