“Biosolusi bukan sektor yang berdiri sendiri. Biosolusi adalah pendorong lintas klaster yang dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan nilai tambah di seluruh bioekonomi,” ujar Teguh, saat peluncuran laporan bertajuk “The Value of Biosolutions: Growth and Prosperity to 2035 – Indonesia Edition” di Jakarta, Rabu (28/10).

Sementara itu, H.E. Sten Frimodt Nielsen (Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, Timor-Leste, Papua Nugini, dan ASEAN) mengatakan bahwa biosolusi membuka peluang baru bagi kerja sama Indonesia dan Denmark.  Sten menambahkan, bahwa inovasi bisa mengatasi pilihan sulit antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. 

“Inovasi dapat membantu kita mencapai keduanya. Di sinilah biosolusi dapat membuat perbedaan. Salah satu pelajaran penting dari pengalaman kami, inovasi membutuhkan kondisi yang tepat agar berhasil, regulasi yang jelas, investasi dalam riset dan pengembangan, serta kerja sama erat antara pemerintah, industri, dan akademisi,” ujar Sten.