Isunomic-Di tengah gempuran geopolitik, fragmentasi perdagangan, dan volatilitas pasar keuangan global, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap menunjukkan kinerja yang solid. Pada semester I-2026 ekonomi tumbuh 5,45% (yoy), sementara inflasi Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19% (yoy). 

Dari sisi investasi, realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2% (yoy). Cadangan devisa pada Agustus 2026 mencapai sekitar USD146 miliar dan surplus neraca perdagangan Januari–Juni 2026 mencapai USD3,58 miliar. 

Haryo Limanseto, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mengatakan dalam rangka mendukung pencapaian sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027 dan 8% pada 2029, terdapat sejumlah prasyarat yang perlu diperkuat, antara lain pertumbuhan investasi yang lebih cepat dari pertumbuhan PDB, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta peningkatan ekspor bernilai tambah dan efisiensi logistik. Investasi perlu terus diarahkan pada sektor dan proyek yang memiliki nilai tambah tinggi serta mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat perekonomian daerah.

Baca juga: Beginilah Saktinya BPR: Terus ‘Diberantas’, tapi Tak Pernah Tandas