Isunomic-Indonesia berpotensi menghasilkan biosolusi melalui pengembangan inovasi hayati. Biosolusi merupakan teknologi berbasis makhluk hidup yang dimanfaatkan untuk mengatasi masalah lingkungan, pangan, dan energi, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.
Kajian The Value of Biosolutions memproyeksikan nilai ekonomi biosolusi di Indonesia naik hampir tiga kali lipat, dari hampir USD1 miliar atau Rp18 triliun (kurs Rp18.000) saat ini menjadi USD2,3 miliar (Rp41,4 triliun) pada 2035. Setiap satu lapangan kerja di industri biosolusi akan menyerap 3,8 pekerjaan tidak langsung di industri lain, lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 2,4.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo menyebut, pengembangan bioekonomi akan difokuskan pada klaster pangan, energi, kesehatan, kosmetik, biomaterial, dan jasa lingkungan. Kekayaan hayati Indonesia dapat menjadi mesin kuat bagi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.