“Iperindo harus hadir dengan kerja nyata, solusi nyata, dan keberpihakan yang nyata. Kebutuhan kapal pemerintah, BUMN, dan swasta nasional harus dioptimalkan untuk memperkuat galangan kapal dalam negeri,” tegasnya.
Dia menjelaskan, Iperindo akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, industri pelayaran, perguruan tinggi, dan lembaga riset. Kolaborasi itu untuk mempercepat modernisasi dan digitalisasi galangan, meningkatkan efisiensi produksi, serta mengembangkan galangan yang ramah lingkungan.
Melalui kepengurusan baru ini, Iperindo menargetkan industri perkapalan nasional semakin kompetitif, mampu memenuhi kebutuhan armada dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada galangan luar negeri, serta memperkuat kemandirian dan konektivitas maritim Indonesia.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengharapkan Iperindo menjadi mitra strategis Kementerian Perindustrian dalam memperkuat dan mengembangkan industri perkapalan nasional. Kinerja industri perkapalan Indonesia menunjukkan perbaikan signifikan pada triwulan II 2026, dengan pertumbuhan mencapai 5,54%.