Isunomic-Penjualan mobil sepanjang Januari hingga September 2026 tahun ini mengalami kenaikan. Kenaikan itu terungkap dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)

Penjualan wholesale selama Sembilan bulan tahun ini mencapai 679.020 unit. Jumlah itu naik sebesar 20,8% jika dibandingkan penjualan di periode yang sama tahun lalu sebesar 561.819 unit.

Begitu pula penjualan dari diler ke konsumen (ritel) yang tercatat naik lebih dari 15%. Pada periode Januari hingga September tahun ini, penjualan ritel mencapai 676.223 unit disbanding 585.917 unit di periode tahun lalu.

Kenaikan secara kumulatif itu bisa menjadi katalis terhadao penurunan yang terjadi periode bulanan. Pada September kemarin baik penjualan wholesale dan ritel sama-sama mengalami penurunan.

Penjualan wholesale turun menjadi 79.540 unit disbanding Agustus yang sebanyak 81.757 unit. Begitu pula penjualan ritel turun dari 83.421 menjadi 81.243 unit.

Sepanjang Sembilan bulan di tahun ini, ada lima merek yang merajai penjualan. Apakah Honda termasuk? Tentu saja tidak.

Kelima merek itu adalah Toyota yang memegang posisi numero uno dengan penjualan sebanya 197.809 unit atau 29,1% pangsa pasar.

Kemudian Daihatsu di posisi runer up dengan angka 112.442 unit (16,6%. Selanjutnya, Suzuki sebanyak 53.224 unit (7,8%), Mitsubhisi Motor 48.414 unit (7,1%). Posisi terakhir dari lima besar atau big five adalah BYD sebanyak 43.727 unit atau pangsa pasar sebesar 6.4%.

Honda terlempar di posisi ketujuh, di bawah Mitshubihsi Fuso. Penjualannya hanya sebanyak 39.903 unit atau 4,4% pangsa pasar. Padahal di tahun lalu (Januari-Desember) Honda masih masuk big five atau menduduki posisi kelima dengan penjualan 56.500 unit atau 7,0% pangsa pasar.  

Apakah hingga akhir tahun nanti Honda bisa meraih posisi kelima Kembali? Atau posisinya malah semakin nyusruk.