Isunomic-Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menampilkan hasil pengolahan oleo kelapa sawit sebagai salah satu potensi pengembangan hilirisasi produk perkebunan. Penampilan PTPN di ajang Danantara Technology Innovation & Investment Forum (DTIIF) 2026 itu untuk memperkuat peran inovasi, pengembangan teknologi, dan kolaborasi strategis dalam mendorong transformasi industri perkebunan nasional.

Oleo kelapa sawit adalah senyawa yang dihasilkan dari pengolahan minyak atau lemak alami yang berasal dari tumbuhan kelapa sawit. Pemanfaatannya bisa untuk banyak sektor industri, mulai dari industri sabun, komestik, perawatan diri, pelumas, farmasi, hingga bahan bakar nabati (biodiesel).

Direktur Bisnis PTPN III Ryanto Wisnuardhy mengatakan, partisipasi PTPN Group dalam forum tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan melalui pengembangan industri hilir yang didukung inovasi dan teknologi. Pihaknya juga ingin memperluas peluang kolaborasi dalam pengembangan teknologi, inovasi, dan investasi.

"Kami ingin memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri dan penyedia teknologi, dalam mendukung pengembangan model bisnis yang lebih inovatif dan kompetitif," kata Ryanto, dalam keterangannya dikutip Selasa (27/10/2026). 

Ryanto menambahkan, selain hilirisasi, inovasi teknologi juga menjadi aspek penting dalam transformasi PTPN Group. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, kualitas produk, serta penguatan daya saing perusahaan.

Menurut Ryanto, forum teknologi dan investasi merupakan bagian dari langkah perusahaan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan industri sekaligus menangkap peluang pertumbuhan bisnis. PTPN Group juga ingin memperkuat kolaborasi dan membuka peluang investasi. 

"Kami ingin transformasi PTPN Group dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional,” tandasnya.