“Ketahanan genetik yang dimilikinya membuat cabai ini tetap mampu tumbuh optimal, menjaga performa pembentukan buah, dan mempertahankan kualitas panen meskipun ditanam di bawah tekanan suhu tinggi dan keterbatasan pasokan air,” jelas Budi.
Budi menambahkan, kehadiran varietas adaptif ini merupakan wujud nyata kontribusi riset dan teknologi dalam mendukung ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis iklim. Penemuan varietas unggul ini tidak lepas dari konsistensi pengembangan riset pemuliaan tanaman yang disesuaikan dengan kondisi agroklimat lokal di Indonesia.
Pengembangan varietas ini difokuskan penuh untuk membantu petani menghadapi tantangan iklim yang makin berat. Varietas Laba TAVI F1 merupakan hasil dari proses riset mendalam yang didedikasikan sebagai solusi nyata bagi para petani dalam menghadapi tantangan musim kemarau panjang seperti yang terjadi saat ini.
“Kami memahami betul bahwa iklim ekstrem dan serangan penyakit menjadi ancaman terbesar bagi pendapatan petani. Melalui inovasi benih unggul yang tahan penyakit dan adaptif di cuaca kering, kami ingin produktivitas serta kesejahteraan petani tetap terjaga," ujar Budi.
Untuk memastikan pemanfaatan inovasi ini, Ewindo juga secara masif memberikan edukasi kepada petani untuk menggunakan benih berkualitas unggul, efisiensi irigasi, dan manajemen pola tanam yang tepat yang terbukti menjadi formula efektif untuk menekan tingkat kerugian akibat ancaman kemarau panjang. Pengalaman penggunaan varietas unggul di lapangan juga menjadi salah satu referensi bagi petani dalam menghadapi tantangan budidaya.