Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya pembenahan pengelolaan kelapa sawit nasional melalui sistem agribisnis yang terintegrasi dan terstruktur.
“Jadi mulai hari ini dengan adanya PSN seperti ini, sebaiknya benar-benar menatap ulang agar sawit ini menjadi bagian dari sistem dan usaha agribisnis yang terintegrasi, yang holistik, yang diatur secara sistematis dan juga harus terstruktur,” tegas Rachmat Pambudy dikutip Minggu (25/10/2026).
Menindaklanjuti penetapan PSN Sawit, Agrinas Palma berkomitmen mempercepat penataan dan optimalisasi lahan perkebunan yang dipercayakan pemerintah. Perusahaan akan mengedepankan kepastian hukum, kesesuaian tata ruang, peningkatan produktivitas, serta pengelolaan perkebunan yang bertanggung jawab.
Salah satu prioritas perusahaan adalah memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat paling sedikit 20% dari luas pelepasan kawasan hutan yang relevan, sesuai ketentuan yang berlaku. Agrinas Palma juga akan memperkuat kemitraan koperasi dan melibatkan masyarakat dalam rantai pasok serta pengembangan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sebagai bagian dari hilirisasi sawit rakyat.