“Kami ingin exhibitor datang bukan hanya untuk menunjukkan apa yang sudah mereka ciptakan, tetapi juga menemukan siapa yang membutuhkan inovasi tersebut dan siapa yang dapat membantu membawanya menuju pasar,” kata Nopit.

Menurutnya, interaksi antara inventor, perusahaan, dan investor diharapkan tidak berhenti selama pameran, tetapi berlanjut menjadi kerja sama bisnis dan pengembangan produk.

Penyelenggara juga menargetkan penandatanganan 100 perjanjian lisensi baru sebagai salah satu capaian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Inovasi Menyasar Pangan, Energi, dan Kesehatan

Sebanyak 200 produk inovasi unggulan BRIN yang direncanakan tampil mencakup berbagai sektor strategis, antara lain pangan, kesehatan, energi, ketenaganukliran, kedirgantaraan dan antariksa, industri strategis, ketahanan air dan lingkungan, serta ketahanan sosial dan masyarakat.

Ragam inovasi tersebut berpotensi memperlihatkan bagaimana hasil penelitian dapat mendukung kebutuhan industri sekaligus menjawab tantangan pembangunan nasional.

IISE 2026 juga akan menghadirkan University Innovation Showcase, yang memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk memperkenalkan hasil penelitian, invensi, dan teknologi karya dosen maupun mahasiswa.

Kehadiran perguruan tinggi diharapkan memperluas peluang kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, dan investor, termasuk dalam pengembangan teknologi yang memiliki potensi penerapan komersial.

Selain itu, pameran akan menampilkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mendapat pendampingan BRIN. Produk yang direncanakan hadir antara lain olahan pisang, gula aren, rendang siap santap dengan teknologi retort, tepung dan mi bebas gluten, serta minuman fermentasi kefir.