Isunomic-Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) meminta agar pengadaan kapal oleh badan usaha milik negara menjadi kesempatan memperkuat industri galangan dan penguasaan teknologi di dalam negeri. Keterlibatan perusahaan asing harus disertai pelibatan galangan nasional dan alih teknologi. 

Anita Puji Utami, Ketua Umum DPP Iperindo, menyampaikan pandangan tersebut menanggapi soal penggunaan jasa perusahaan luar negeri untuk mendesain kapal baru PT Pelni. Menurutnya, galangan dan tenaga ahli Indonesia perlu dilibatkan sejak tahap perencanaan, desain, hingga pembangunan agar memahami teknologi kapal yang nantinya beroperasi di Indonesia.

“Teknisi galangan dalam negeri harus diberi kesempatan mempelajari dan menguasai teknologinya. Kalau sewaktu-waktu terjadi kerusakan, penanganannya bisa segera dilakukan tanpa selalu menunggu tenaga ahli dari luar negeri,” ujar Anita dikutip Selasa (27/10/2026).

Ia menilai, alih teknologi perlu diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam pekerjaan, pelatihan, dan pendampingan teknis. Dengan kemampuan perawatan dan perbaikan yang memadai di dalam negeri, biaya dapat lebih efisien dan waktu perbaikan dapat dipersingkat.

Anita juga menegaskan bahwa pembangunan kapal yang menggunakan anggaran negara harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perekonomian Indonesia. Pelibatan galangan nasional akan membuka pekerjaan bagi tenaga kerja dalam negeri sekaligus menggerakkan industri pemasok dan jasa pendukungnya.

“Uang rakyat yang digunakan untuk membangun kapal harus kembali manfaatnya kepada rakyat. Manfaat itu harus terasa melalui lapangan kerja, tumbuhnya usaha di dalam negeri, dan meningkatnya kemampuan industri kita,” tegasnya.

Menurut Anita, memperbesar porsi pekerjaan di dalam negeri juga merupakan upaya mengurangi ketergantungan pada pengadaan dari luar negeri dan menekan kebutuhan pembayaran dalam valuta asing. Kebijakan pengadaan kapal perlu mempertimbangkan manfaat jangka panjang bagi industri nasional.

“Kemampuan galangan dan teknisi nasional perlu terus ditingkatkan agar dapat melayani perawatan atau perbaikan kapal berteknologi tinggi,” tandas Anita.