Isunomic-Presiden Prabowo Subianto tampaknya harus bersabar dulu. Ya, keinginannya untuk punya APBN tanpa defisit di tahun depan tak bakal terwujud. Keinginan yang disampaikannya di hadapan DPR pada pertengahan Agustus 2025 saat menyampaikan pidato RAPBN 2026 dan Nota Keuangan.

ā€œHarapan saya, cita-cita saya, suatu saat apakah dalam 2027 atau 2028 saya ingin berdiri di depan majelis ini, di podium ini, untuk menyampaikan bahwa kita berhasil punya APBN yang tidak ada defisitnya sama sekali," kata Prabowo ketika itu.

Kemarin, di tempat yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara—yang belum genap sebulan diangkat--bersama DPR telah mengesahkan Rancangan UndangUndang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2027 menjadi Undang-Undang.

ā€œPersetujuan ini merupakan hasil dari proses pembahasan yang sangat dinamis dan konstruktif antara Pemerintah dan DPR,ā€ ungkap Menkeu Suahasil saat menyampaikan pendapat akhir pemerintah terhadap RUU APBN TA 2027 mewakili Presiden RI, di DPR, Selasa (29/9/2026). 

Dalam APBN 2027 ditetapkan bahwa defisit sebesar 2,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka itu lebih kecil dibanding tahun ini yang dipatok 2,68% dari PDB, atau setara Rp689,1 triliun. Defisit tahun depan itu dirancang agar APBN tetap ekspansif untuk menggerakkan roda perekonomian. 

Defisit terjadi lantaran pendapatan negara tak sebanding dengan belanjanya. APBN 2027 menetapkan pendapatan negara diperkirakan sebesar Rp3.435,1 triliun sedangkan belanja negara Rp4.106,3 triliun.

ā€œAngka-angka ini bukan sekadar target fiskal. Di baliknya terdapat tanggung jawab pemerintah untuk menjaga momentum pembangunan sekaligus memastikan setiap rupiah dikelola secara hati-hati dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia,ā€ terang Menkeu Suahasil.