Isunomic-Fantastis. Ekonomi Vietnam tumbuh hingga mencapai 9,95% pada kuartal III tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hanya kurang 0,5% untuk mencapai double digit pertumbuhan ekonomi.
Ketika negara-negara ASEAN lain, termasuk Indonesia, masih āmenghitungā pertumbuhan ekonominya di periode yang sama, Vietnam sudah lebih dahulu mengumumkan. Singapura biasanya menyusul di pertengahan Oktober.
Ada beberapa faktor pendorong melesatnya pertumbuhan ekonomi Vietnam. Pertama, ekspor yang kuat. Selama sembilan bulan pertama tahun ini, ekspor Negeri Naga Biru itu naik 24,5% menjadi USD434,30 miliar.
Faktor kedua investasi yang solid di bidang infrastruktur dan manufaktur. Kantor Statistik Nasional Vietnam (NSO) mengungkap, arus masuk investasi asing dalam periode sembilan bulan naik 12,1% dari tahun sebelumnya menjadi USD21,1 miliar.
Data menunjukkan total investasi dalam periode sembilan bulan tersebut naik 16,7% dari tahun sebelumnya, seiring langkah negara tersebut yang terus meningkatkan investasi publik di bidang infrastruktur sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan.
Industri manufaktur dan pengolahan mendominasi sekitar 60%ā63% dari total investasi asing. Pada semester I, sektor ini menyerap sekitar USD17,91 miliar dengan fokus utama perakitan elektronik, komponen semikonduktor, tekstil, dan otomotif yang berasal dari nama-nama besar, seperti Samsung, LG, Foxconn, dan Apple supply chain.
Investasi itu kemudian menjadikan Vietnam sebagai salah satu negara di kawasan pengekspor komputer, produk elektronik, dan komponennya. Nilai ekspor produk-produk itu mencapai USD55 miliar hingga USD67 miliar per tahun. Tujuan Utama ekspor adalah Amerika Serikat (pasar terbesar untuk konsumsi elektronik) China, Uni Eropa dan Korea Selatan.
Produk ekspor andalan Vietnam berikutnya adalah ponsel dan komponennya. Vietnam merupakan salah satu basis manufaktur dan perakitan ponsel pintar terbesar di dunia Misalnya, Samsung yang memroduksi sebagian besar lini seri flagship dan lipatnya di pabrik Vietnam. Nilai ekspor ponsel dan komponennya mencapai USD52 miliar hingga USD58 miliar per tahun.
Negara-negara utama yang menjadi tujuan ekspor Vietnam adalah Amerika Serikat antar USD100 miliar hingga USD140 miliar. Kemudian China hingga mencapai USD94 miliar, dan Korea Selatan tembus USD26 miliar.
Bank Pembangunan Asia (ADB) menyatakan bahwa prospek pertumbuhan jangka pendek negara tersebut tetap kuat. Hal ini ditopang oleh ekspansi berkelanjutan di sektor manufaktur, konsumsi domestik yang bergairah, serta investasi asing langsung yang terus mengalir.
Namun, untuk jangka panjang, ADB memperingatkan bahwa melemahnya permintaan global dan tingginya ketidakpastian eksternal dapat membebani pertumbuhan. Harga energi yang lebih tinggi serta kondisi keuangan global yang lebih ketat dapat menambah tekanan pada inflasi dan nilai tukar.