Bank Pembangunan Asia (ADB) menyatakan bahwa prospek pertumbuhan jangka pendek negara tersebut tetap kuat. Hal ini ditopang oleh ekspansi berkelanjutan di sektor manufaktur, konsumsi domestik yang bergairah, serta investasi asing langsung yang terus mengalir.
Namun, untuk jangka panjang, ADB memperingatkan bahwa melemahnya permintaan global dan tingginya ketidakpastian eksternal dapat membebani pertumbuhan. Harga energi yang lebih tinggi serta kondisi keuangan global yang lebih ketat dapat menambah tekanan pada inflasi dan nilai tukar.