Jika hasilnya positif, artinya usaha Anda menguntungkan. Laporan laba rugi ini adalah dokumen utama yang akan dilihat oleh analis kredit bank untuk menilai kemampuan Anda dalam mengangsur pinjaman.
4. Susun Rekapitulasi Aset dan Kewajiban (Neraca Ringkas)
Buat daftar inventaris usaha yang Anda miliki, seperti stok barang, mesin produksi, kendaraan operasional, hingga saldo kas/rekening saat ini (Aset). Di sisi lain, catat pula jika Anda memiliki utang usaha kepada pemasok (Kewajiban). Informasi ini memberikan gambaran kepada bank mengenai kesehatan modal dan kapasitas usaha Anda.
5. Manfaatkan Teknologi Digital
Jika mencatat secara manual terasa merepotkan, manfaatkanlah berbagai aplikasi pembukuan atau kasir digital (Point of Sale) gratisan yang banyak tersedia. Selain praktis, aplikasi digital dapat mencetak laporan keuangan otomatis yang rapi dan tampak profesional di mata bank.
Dengan pembukuan yang teratur dan transparan, bisnis Anda tidak hanya terlihat profesional, tetapi juga membuktikan kepada bank bahwa usaha Anda sehat, memiliki arus kas yang jelas, dan berisiko rendah.