Isunomic-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap, pada Agustus 2026 nilai baki debet (total utang pokok) Buy Now Pay Later (BNPL) yang disalurkan perusahaan pembiayaan menembus Rp13,61 triliun, alias membengkak 36,57%. Sementara total rekening paylater mencapai 27,71 juta nomor.

Sejalan dengan itu, outstanding (total utang pokok dan turunannya) pembiayaan pinjaman daring (pindar) meningkat 22,07% (yoy) menjadi Rp106,94 triliun dengan jumlah pengguna mencapai 189,77 juta akun. Rinciannya, 3,02 juta merupakan akun pemberi pinjaman (lender) dan 186,75 juta akun adalah penerima pinjaman (borrower). 

Data Pefindo Biro Kredit (IdScore) pada Februari 2026 mengungkap, kelompok masyarakat yang paling banyak menggunakan PayLater adalah orang-orang dengan usia produktif. Hampir 44% pengguna PayLater adalah kalangan yang berusia 26-35 tahun (milenial), disusul oleh Gen Z usia 18-25 tahun yang menyumbang sekitar 26,5%.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentu saja menyadari risiko yang dihadapi kaum muda ini. Makanya, OJK terus memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui edukasi mengenai manfaat, risiko, dan prospek pembiayaan digital. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong pemanfaatan layanan keuangan yang bertanggung jawab di tengah pesatnya transformasi digital sektor jasa keuangan.

Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan pada proses pembiayaan yang kini semakin cepat, mudah, dan inklusif.