“Bisa jadi juga, pemberian pinjaman kepada Haji Isam harus disalurkan dalam waktu cepat. Pembentukan sindikasi akan banyak memakan waktu lantaran melibatkan bank-bank lain untuk menghitung ini itu, seperti pembagian porsi pinjaman hingga keuntungan,” kata Hardy.
Keuntungan yang besar, sebanding dengan risiko yang dihadapi Bank Mandiri atas pemberian pinjaman kepada Haji Isam. Perlu dicatat, saham yang digadaikan Haji Isam adalah saham JARR dan PGUN, bukan saham BYAN.
Jadi kemampuan Haji Isam membayar utang “ditentukan” oleh kinerja kedua emiten tersebut. Jika kinerja kedua emiten turun, maka kemampuan bayar Haji Isam juga akan terdampak.
Memang kemampuan bayar Haji Isam bisa ditambal dari dividen yang diterima atas penguasaan 30,20% saham BYAN. Masalahnya apakah Pak Haji mau menalanginya atau malah mengambil langkah tak terduga?
Penerbitan obligasi abadi di Mandiri senilai Rp750 juta dengan tingkat bunga (kupon) 7,35% masuk juga masuk ke dalam kalkulasi untung rugi Bank Mandiri. Per tahun Bank Mandiri harus menyiapkan dana yang besar.
“Seharusnya 7,35% x nilai emisi per tahun,” kata Eddy Handeli, dari Pemeringkat Kredit Indonesia (PKRI), kepada Isunomic, Jumat (16/10).
Jika tanpa mempertimbangkan klausul discretionary dan non cumulative maka, Bank Mandiri harus menyiapkan dana USD55 juta dolar atau sekitar Rp962,5 miliar per tahun. Jika ke depan kurs dolarnya semakin tinggi, semakin mahal juga yang harus ditanggung Bank Mandiri.
“Dalam USD, ada resiko kurs valas,” kata Eddy.
Dan itu harus dibayar Bank Mandiri tanpa batas waktu atau kiamat sekalipun, kecuali ada call option atau pelunasan. Memang terbaca memberatkan, tapi ini perpetual bond alias obligasi abadi.
Obligasi abadi adalah surat utang yang tak punya jatuh tempo. Jadi Bank Mandiri tak akan dibebani untuk melunasi pokok utang yang diterimanya.
“Jadi menambah fleksibilitas. Untuk bank, menambah CAR juga,” kata Eddy lagi.
Sekalipun kuponnya suatu waktu dianggap tinggi, biasanya diatasi dengan fitur option yang dimasukkan dalam klausul. Jadi Bank Mandiri dimungkinan untuk menunda pembayaran kupon atau bunga tanpa dianggap mengalami default.
”Tapi ada klausul discretionary dan non cumulative,” jela Eddy.
Apabila kita mengandaikan hitungan-hitungan antara cicilan Haji Isam dan bayar kupon obligasi abadi, Bank Mandiri masih mendapatkan selisih positif. Cicilan dari Haji Isam di atas Rp1 triliun, dan bayar kupon di bawah itu.
Lagi pula ini Bank Mandiri, bank terbesar di Indonesia. Bank yang sudah banyak mengenyam asam garam dalam sistem perbankan kita. Mereka pastinya sudah meng-kakulasi semuanya, dan investor pun percaya. Jadi tak usah khawatir.