Isunomic-PT Bank Central Asia Tbk (BCA), yang bukan bank syariah, kembali mewujudkan komitmennya dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk semakin berdaya saing. Komitmen itu tecermin dalam lanjutan program workshop sertifikasi halal gratis bagi pelaku UMKM di dua lokasi pada Oktober 2026, yaitu Cibubur dan Pontianak. 

Kegiatan sertifikasi halal gratis di Kantor Cabang Utama (KCU) Cibubur pada 13 Oktober 2026 menjaring 22 peserta. Kegiatan serupa berlangsung di KCU Pontianak pada 21 Oktober 2026 dengan mendatangkan 39 peserta. 

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan fasilitas sertifikasi halal gratis ini dilakukan BCA untuk mendukung kapasitas UMKM agar semakin tangguh, berdaya saing dan mampu memperluas jangkauan pasar. Terlebih, sertifikasi halal merupakan aspek penting bagi UMKM untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

"BCA secara konsisten menyelenggarakan workshop sertifikasi halal gratis sebagai bentuk dukungan bagi UMKM. Kami berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memperoleh akses sertifikasi halal sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk dan menangkap peluang pasar yang lebih luas,” ujar Hera dikutip Senin (26/10/2026).

Sebelumnya, di tahun ini juga, BCA telah menyelenggarakan workshop sertifikasi halal gratis di KCU Kubu Raya yang diikuti 54 peserta dan di KCU Tanjung Priok dengan 114 peserta. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BCA untuk memperluas akses sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.

Sejak pertama kali diadakan pada 2023, program workshop sertifikasi halal gratis BCA telah menjangkau 23 kabupaten/kota di 15 provinsi. Hingga saat ini, sertifikasi halal BCA telah diikuti sebanyak lebih dari 6.000 peserta workshop dengan lebih dari 4.000 sertifikat halal berhasil diterbitkan.

Khususnya di tahun 2025, selain mendapatkan sertifikat halal gratis sebanyak 400 peserta juga mendapatkan Coaching Clinic Pilar UMKM dan pelatihan Digital Marketing secara online untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai produk dan pasar sebesar 28,5%.

“Ke depan, BCA akan terus mendorong inisiatif yang dapat memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan UMKM di Indonesia,” pungkas Hera.