Isunomic-Ketika banyak bank perekonomian rakyat (BPR) tumbang, PT BPR Tata Asia (Bank Tata Asia) justru malah berkembang. Hingga akhir Agustus 2026, total aset Bank Tata Asia mencapai Rp1 triliun, meningkat sekitar 40,5% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp712,43 miliar.
Pertumbuhan aset diikuti dengan penguatan laba. Bank Tata Asia mencatatkan laba bersih Rp20,79 miliar hingga Agustus 2026. Angka tersebut telah melampaui laba bersih sepanjang 2025 yang sebesar Rp14,51 miliar.
Kinerja tersebut menunjukkan ekspansi Bank Tata Asia tidak hanya tecermin dari pertumbuhan skala usaha, tetapi juga dari kemampuan perseroan menghasilkan laba. Pada saat yang sama, kredit macet atau non-performing loan (NPL) sebesar 1,20% (gross). Kredit yang diberikan tercatat sebesar Rp798,34 miliar, sementara dana kelolaan mencapai Rp871,71 miliar.
Direktur Bisnis Bank Tata Asia Yana Mulyana Muksid mengatakan, pencapaian aset Rp1 triliun merupakan hasil dari proses pertumbuhan yang dibangun melalui kepercayaan nasabah.