β€œTotal aset Rp1 triliun adalah sebuah pencapaian yang lahir dari kepercayaan. Di balik setiap angka, ada kepercayaan yang diberikan,” kata Yana, dalam keterangannya dikutip Kamis (1/10/2026). 

Menurut dia, pertumbuhan bisnis Bank Tata Asia tidak diarahkan semata-mata untuk memperbesar skala usaha. Perseroan juga menempatkan kualitas aset, kecukupan modal, likuiditas, dan tata kelola sebagai bagian penting dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan. 

β€œBagi kami, pertumbuhan harus berjalan dengan kualitas. Pencapaian aset dan laba perlu diiringi dengan kemampuan menjaga kualitas kredit, permodalan, likuiditas, dan efisiensi operasional,” tambah Yana.

Pencapaian aset Rp1 triliun menjadi bagian dari perjalanan transformasi Bank Tata Asia dalam beberapa tahun terakhir. Setelah proses akuisisi oleh pemegang saham baru pada 2022 dan rebranding pada 2023, perseroan melakukan penguatan pada sejumlah aspek bisnis, mulai dari permodalan, layanan digital, hingga keamanan informasi.