Isunomic-Indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya berhasil berbalik menguat (rebound) sebesar 0,79% ke posisi 5.096,83 pada perdagangan Senin (2/11/2026). Saat pembukaan IHSG sempat nyungsep hingga menembus level keramat di angka 4.981.

Sejumlah analis berpandangan, ada dua faktor utama yang memicu pembalikan arah IHSG menjadi menguat. Pertama, penerapan aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) (Pengecualian Saham HSC). Mulai 2 November 2026, BEI resmi mengeluarkan 81 saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.

Kebijakan ini berhasil mengurangi distorsi pergerakan indeks dari saham-saham dengan kepemilikan sangat terkonsentrasi, sehingga meningkatkan bobot saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) yang kemudian mendorong kenaikan indeks.

Kedua adalah aksi beli dan penopang sektor barang baku dan energi. Penguatan didorong oleh aksi beli teknikal setelah indeks tertekan cukup tajam pada pekan sebelumnya. Kenaikan ini ditopang kuat oleh lonjakan sektor barang baku yang melesat 2,12% serta sektor energi yang naik 1,53%.