Isunomic-Rapor bursa saham selama sepekan semakin tak keruan. Pada perdagangan periode 28 September–2 Oktober 2026, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali melemah.
Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (2/10), IHSG turun 3,28% ke posisi 6.036. Penurunan pekan ini memperpanjang penurunan yang terjadi pada pekan sebelumnya.
“Pekan lalu IHSG turun 3,09% ke posisi 6.241,” kata Sierra Putri Yosita, Sekretaris Perusahaan BEI, dalam keterangannya dikutip Sabtu (3/10).
Penurunan IHSG tak bisa ditopang meski terjadi kenaikan volume transaksi perdagangan yang mencengangkan. Selama sepekan volume transaksi perdagangan menembus 251 miliar saham.
Jumlah itu naik menembus 72,5% dibanding pekan lalu yang hanya 145 miliar saham. Nilai perdagangan selama sepekan juga naik menjadi Rp63 triliun lebih dibanding pekan lalu yang sebesar Rp59,8 triliun.
Kenaikan volume dan nilai perdagangan selama sepekan tak lepas dari kenaikan rata-rata transaksi harian periode 28 September-2 Oktober 2026. Rata-rata volume transaksi harian naik 72,5% menjadi 50 miliar lembar saham.
“Sementara, rata-rata nilai transaksi harian naik 5,4% dari Rp11,9 triliun menjadi Rp12,6 triliun,” jelas Sierra.
Kenapa bisa volume perdagangan selama sepekan naik pesat, sedangkan IHSG malah anjlok? Pertama adalah dominasi aksi jual bersih investor asing. Pada pekan ini, investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) hingga Rp5,04 triliun, atau naik hampir 60% dibanding pekan sebelumnya yang sebesar Rp3,16 triliun.
Aksi jual investor asing terlihat dari komposisi transaksi jual investor asing ke domestik (F-D) yang melonjak tajam pada akhir pekan. Pada Jumat, 2 Oktober 2026, volume penjualan dari investor asing ke investor domestik mencapai 49,60 miliar saham, dibandingkan hari sebelumnya yang berada di kisaran 5,91 miliar saham. Nilainya mencapai Rp3,16 triliun.
Yang kedua adalah tekanan jual pada saham-saham berbobot besar (market cap heavyweights). Penurunan IHSG sebesar 3,28% dipengaruhi oleh rotasi dan pelepasan saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps), yang menjadi penyumbang beban (top laggards) terbesar terhadap indeks. Salah satunya adalah saham raksasa teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), perusahaan penyedia transportasi online.
Saham GOTO mengalami koreksi tajam sebesar 40%, menjadi penekan utama IHSG dengan menyumbang penurunan sebesar 36,71 poin indeks. Di saat yang bersamaan, GOTO mencatatkan volume perdagangan sangat masif. Sebanyak 110,95 miliar saham atau 43,54% dari total volume perdagangan bursa pekan ini, yang secara statistik mendongkrak total volume IHSG secara keseluruhan.