Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) tak pernah bosan menyampaikan bahwa pemerintah terus menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok). Salah satu caranya lewat kebijakan penetapan harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan (HA). Jadi para pedagang tak bisa sembarang menetapkan harga karena sudah ada patokan dari pemerintah.
Menurut Busan, HET dan HA (patokan harga) berperan sebagai titik keseimbangan agar produsen (penghasil) memperoleh harga yang layak untuk terus berproduksi dan konsumen (pembeli) terjaga daya belinya. Ia pun memastikan tujuan kebijakan ini untuk menjaga pasokan komoditas bapok dalam jangka panjang tanpa membebani konsumen.
Patokan harga ditetapkan pemerintah dengan memperhitungkan biaya produksi, biaya distribusi, dan harga jual, sehingga pedagang dapat terus menjalankan usahanya. Harga patokan menjadi titik temu antara produsen dan konsumen.
βHarga yang terlalu rendah dapat menekan produsen dan mengurangi insentif produksi jangka panjang. Di sisi lain, harga harus berada di tingkat yang wajar agar konsumen tidak dirugikan,β kata Mendag Busan usai memantau harga dan ketersediaan bapok di Pasar Potrojayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kemarin (21/9).