Isunomic-Bank Mandiri akhirnya memberi penjelasan mengenai gadai saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang dilakukan perusahaan milik Andi Syamsuddin Arsyad, alias Haji Isam. Penjelasan ini untuk meluruskan beredarnya informasi terkait gadai saham milik Haji Isam untuk membeli saham BYAN.

Bank Mandiri menegaskan bahwa pemberian kredit kepada PT Jhonlin Baratama (JB) bukan merupakan fasilitas untuk aktivitas trading saham, melainkan fasilitas kredit yang ditujukan dalam rangka pengembangan usaha meliputi capex serta kebutuhan pembiayaan perusahaan dan group usaha di industri batu bara dan penunjangnya. 

Fasilitas kredit itu diberikan dengan pertimbangan repayment capacity perusahaan dan group usaha atas rencana jangka pendek, menengah dan panjang serta kebutuhan pembiayaan perusahaan dan group usaha di industri batu bara dan penunjangnya.

“Pemberian kredit mempertimbangkan tiga pilar kualitas kredit OJK (prospek usaha, kinerja, dan kemampuan membayar), termasuk namun tidak terbatas pada kapasitas JB sebagai operating company yang menghasilkan EBITDA dan induk dari beberapa anak perusahaan/operating company yang dapat memberikan dividen,” tulis Adhika Vista, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Jumat (16/10/2026).

Adhika menambahkan, fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan fixed asset dan non fixed asset termasuk saham (JARR dan PGUN yang merupakan afiliasi dari Jhonlin Baratama) serta rekening perusahaan. Selain saham, fasiitas pinjaman tersebut dijamin dengan fixed asset dan non-fixed asset serta rekening perusahaan. 

“Penilaian saham yang digunakan sebagai agunan tambahan teah sesuai Pasal 4 POJK 40 tahun 2017 dan kebijakan internal, di mana agunan saham merupakan sumber pelunasan sekunder/second way out dan dinilai secara konservatif,” jelas Adhika.

Pemberian fasititas kredit juga mempertimbangkan realisasi bisnis ekosistem Jhonlin Group di berbagai industri dengan bank, potensi bisnis ke depan, termasuk pengenaan pricing mempertimbangkan profitabilitas bank.

“Bank Mandiri senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran kredit melalui analisis kelayakan usaha, kemampuan pembayaran debitur, kecukupan agunan sesuai ketentuan yang berlaku, serta penerapan manajemen risiko secara menyeluruh,” tegas Adhika.

Perseroan juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kualitas kredit secara berkala sebagai bagian dari komitmen menjaga aset. kesehatan keuangan, serta kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.