Isunomic-Langkah reformasi pasar modal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai respons peringatan MSCI mendapat dukungan dari ASEAN Capital Markets Forum (ACMF). Saat ini OJK memang terus mendorong transparansi, memperkuat penegakan hukum, dan meningkatkan likuiditas pasar guna pengembangan pasar modal yang semakin kredibel, berintegritas, dan berdaya saing global.
“ACMF merupakan salah satu ASEAN sectoral bodies berupa forum regulator pasar modal dengan 11 negara anggota. Di forum itu OJK secara aktif terlibat dalam seluruh kelompok kerja dan High-Level Meeting,” kata Agus E. Siregar, Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK, Rabu (28/10/2026).
Menurut Agus, ACMF memberikan dukungan kuat terhadap langkah reformasi strategis yang tengah Indonesia jalankan untuk membawa pengembangan pasar modal nasional ke tingkat yang lebih tinggi. ACMF juga mengakui kemajuan reformasi regulasi Indonesia serta menegaskan dukungannya terhadap keberhasilan dan dampak jangka panjang berbagai reformasi tersebut.
“ACMF menempatkan Indonesia sebagai salah satu anggota penting dalam kerja sama regulator pasar modal ASEAN,” ungkap Agus.
Agus menambahkan, dukungan ACMF sekaligus mencerminkan komitmen bersama otoritas pasar modal di kawasan untuk memperkuat transparansi, meningkatkan efektivitas penegakan hukum terhadap pelanggaran pasar. Juga mendorong peningkatan likuiditas dan pengembangan pasar modal yang berkelanjutan.
OJK mengapresiasi dukungan ACMF tersebut sebagai bentuk pengakuan regional terhadap langkah-langkah reformasi pasar modal Indonesia sekaligus momentum untuk terus memperkuat integritas, kredibilitas, dan daya saing pasar modal nasional. OJK berkomitmen melanjutkan agenda reformasi pasar modal secara konsisten dan berkelanjutan melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas keterbukaan informasi, efektivitas pengawasan dan penegakan hukum, serta pengembangan struktur pasar yang semakin transparan, likuid, dan efisien.
“Berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya OJK untuk memperkuat pelindungan investor, meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, serta memastikan pasar modal Indonesia terus berkembang sejalan dengan praktik terbaik dan standar internasional,” tandas Agus.