Isunomic-Indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan ini semakin menunjukkan ketidakberdayaan. Sepanjang periode 21 hingga 25 September 2026, IHSG jeblok sebesar 3,09% ke posisi 6.241.
Selama sepekan, volume transaksi perdagangan mencapai hampir 146 miliar lembar saham. Sementara nilai traksasiknya menembus Rp59,8 triliun.
Rata-rata nilai transaksi turun sebesar 21,32% menjadi Rp11,9 triliun. Pekan lalu, rata-rata nilai transaksi harian masih Rp15,2 triliun.
Sedangkan, rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatan sebesar 2,04% menjadi 29,20 miliar lembar saham dari 28,61 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
"IHSG mengalami penurunan sebesar 3,09%, sehingga ditutup pada level 6.241 dari posisi 6.441 pada pekan sebelumnya," kata Elsierra Putri Yosita, Sekretaris Perusahaan PT BEI, dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (26/9/2026).
Penurunan yang terjadi seminggu ini semakin memperpanjang rekor anjlok IHSG. Pada perdagangan pekan yang lalu, periode 14 hingga 18 September 2026, IHSG turun 1,53% ke level 6.441.
Memerahnya bursa selama sepekan ikut menyeret jebloknya kapitalisasi pasar (market cap). Kapitalisasi bursa turun sebesar 3,20%, dari Rp11.266 triliun menjadi Rp10.905 triliun.
Di sisi lain, aksi jual bersih investor asing justru meningkat. Selama sepekan aksi jual asing mencapai Rp3,15 triliun, naik sekitar 7% dibanding aksi jual minggu lalu sebesar Rp2,9 triliun.
Jika total, dana investor asing yang keluar dari bursa selama dua pekan di penghujung September menembus Rp6,10 triliun.