Isunomic-Baru sehari semringah, indeks harga saham gabungan (ISHG) kembali berbalik arah, alias memerah. Memang pada awal pembukaan IHSG sempat naik ke posisi 5.310.

Selang lima menit kemudian, IHSG langsung nyungsep ke posisi 5.231, lebih rendah dari posisi penutupan kemarin (20/10) yang berada di posisi 5.278. Hingga perdagangan sesi I berakhir, IHSG masih dalam kondisi tertekan di posisi 5.234. 

Ada beberapa faktor yang membuat IHSG Kembali memerah. Pertama adalah aksi ambil untung (profit taking). 

Setelah kemarin IHSG sempat melonjak tajam hingga 5,65%, para pelaku pasar memanfaatkan momentum untuk melakukan aksi ambil untung pasca-rebound. Mereka melakukan eksekusi order jual (sell order) massal atas saham-saham yang kemarin harganya naik tajam.

Faktor kedua, masih adanya sentimen reklasifikasi MSCI.  Pasar masih dibayangi kekhawatiran terkait usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berencana menurunkan status klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Faktor berikutnya adalahm sikap menunggu (wait and see). Pelaku pasar cenderung menahan transaksi sambil menunggu pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia terkait arah kebijakan suku bunga acuan.